Mahasiswa UMM Raih Juara 1 dan 2 di Earthquake Resistant Design Competition 2025
Malang, 18 Mei 2025 — Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam ajang Earthquake Resistant Design Competition (ERDC) 2025 yang diselenggarakan oleh Petra Christian University di Surabaya pada 15–17 Mei 2025, dua tim dari UMM berhasil meraih posisi juara pertama dan kedua dari total 10 finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Tim pertama yang meraih Juara 1 terdiri dari Meliana Sukma Wardany (ketua tim, angkatan 2022), Akbar Nurfitriono (anggota, angkatan 2022), dan Grandia Pasya Iswahyudi (anggota, angkatan 2023), dengan bimbingan dari Bapak Ir. Yunan Rusdianto, MT. Sementara itu, Juara 2 diraih oleh tim yang beranggotakan Tania Mustika Bintari (ketua tim, angkatan 2022), Adam Claudio Putra Farsya (anggota, angkatan 2022), dan Ade Andreyanto (anggota, angkatan 2023), dibimbing oleh Ibu Riski Pradina Sulkan, ST., MT. Kompetisi yang merupakan bagian dari Petra Civil Expo (PCE) 2025 ini mengusung tema “Building Resilient Infrastructure through Transformative Innovation” dan bertujuan untuk menantang mahasiswa teknik sipil dalam merancang struktur bangunan tahan gempa yang inovatif dan efisien. Selama dua hari, peserta diminta untuk merancang dan membangun model bangunan setinggi 95 cm dengan 10 lantai menggunakan bahan terbatas seperti kayu balsa, lem, dan baseboard. Setelah perakitan, model diuji ketahanannya terhadap simulasi gempa menggunakan shaking table hingga level 7. Keberhasilan kedua tim UMM ini menunjukkan kualitas pendidikan dan pembinaan yang unggul di bidang teknik sipil, serta komitmen universitas dalam mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.
Mahasiswa UMM Raih Consolation Prize di Ajang Internasional NTU Bridge Design Competition 2025
Malang, 18 Mei 2025 — Tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan meraih Consolation Prize (Juara Harapan 1) dalam NTU Bridge Design Competition 2025. Kompetisi ini berlangsung pada 12–13 April 2025 di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, dan diselenggarakan oleh Civil and Environmental Engineering (CEE) Club Mahasiswa NTU. Tim UMM yang terdiri dari Dera Ramadhani, Adelita Dian Prastiti, dan Vibra Liansa Khabiburrohman, tampil luar biasa dalam menyelesaikan tantangan desain jembatan yang mengedepankan efisiensi struktur, estetika, dan keberlanjutan material. Mereka dibimbing oleh Zamzami Septiropa, S.T., M.T., Ph.D, dosen Teknik Sipil UMM yang turut berperan penting dalam proses persiapan dan pelatihan tim. Dalam kompetisi ini, peserta diminta merancang dan membangun model jembatan berbahan kayu ringan seperti balsa dan basswood berdasarkan studi kasus rekayasa sipil yang disiapkan oleh panitia, salah satunya bertajuk “Manggis Quirk River.” Hari pertama difokuskan pada proses konstruksi, sementara hari kedua melibatkan pengujian kekuatan struktur dan presentasi langsung di hadapan dewan juri. Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 170 tim dari berbagai universitas terkemuka di Asia, menjadikannya ajang bergengsi dalam bidang teknik sipil. Tim UMM berhasil menembus 70 besar dan mendapatkan pengakuan dalam bentuk Consolation Prize, sejajar dengan beberapa universitas besar lain di kawasan regional dan internasional. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UMM, mampu bersaing dan menunjukkan kompetensinya di tingkat global. Selain itu, pencapaian ini turut memperkuat reputasi UMM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan kompetitif bertaraf internasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan teknis, berpikir kritis, dan semangat kolaboratif, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dalam ajang-ajang global yang menantang.