Malang, 18 Mei 2025 — Tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan meraih Consolation Prize (Juara Harapan 1) dalam NTU Bridge Design Competition 2025. Kompetisi ini berlangsung pada 12–13 April 2025 di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, dan diselenggarakan oleh Civil and Environmental Engineering (CEE) Club Mahasiswa NTU.

Tim UMM yang terdiri dari Dera Ramadhani, Adelita Dian Prastiti, dan Vibra Liansa Khabiburrohman, tampil luar biasa dalam menyelesaikan tantangan desain jembatan yang mengedepankan efisiensi struktur, estetika, dan keberlanjutan material. Mereka dibimbing oleh Zamzami Septiropa, S.T., M.T., Ph.D, dosen Teknik Sipil UMM yang turut berperan penting dalam proses persiapan dan pelatihan tim.

Dalam kompetisi ini, peserta diminta merancang dan membangun model jembatan berbahan kayu ringan seperti balsa dan basswood berdasarkan studi kasus rekayasa sipil yang disiapkan oleh panitia, salah satunya bertajuk “Manggis Quirk River.” Hari pertama difokuskan pada proses konstruksi, sementara hari kedua melibatkan pengujian kekuatan struktur dan presentasi langsung di hadapan dewan juri.

Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 170 tim dari berbagai universitas terkemuka di Asia, menjadikannya ajang bergengsi dalam bidang teknik sipil. Tim UMM berhasil menembus 70 besar dan mendapatkan pengakuan dalam bentuk Consolation Prize, sejajar dengan beberapa universitas besar lain di kawasan regional dan internasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UMM, mampu bersaing dan menunjukkan kompetensinya di tingkat global. Selain itu, pencapaian ini turut memperkuat reputasi UMM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan kompetitif bertaraf internasional.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan teknis, berpikir kritis, dan semangat kolaboratif, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dalam ajang-ajang global yang menantang.