Fakultas Teknik UMM Gelar Yudisium dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Periode II Tahun 2026

Malang – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (FT UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Periode II Tahun 2026 pada Selasa (13/05/2026) di Aula GKB III Lantai 6 UMM. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan sarjana dan Program Profesi Insinyur (PPI) yang telah menyelesaikan pendidikan akademik maupun profesinya. Acara dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik UMM Prof. Dr. Ir. Sulianto, M.T., jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, S.P., S.H., M.T., M.H., IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UMM menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol keberhasilan mahasiswa dalam menempuh perjalanan panjang pendidikan tinggi. Menurutnya, lulusan teknik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, etika profesi, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Keberhasilan hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Prof. Sulianto. Ia juga menegaskan bahwa seorang insinyur sejati tidak hanya mampu membangun infrastruktur dan teknologi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi, membangun harapan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pada kesempatan yang sama, Ketua PII Wilayah Jawa Timur, menekankan pentingnya profesi insinyur dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, insinyur memiliki peran strategis sebagai penggerak industrialisasi, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta inovasi teknologi di berbagai sektor. Ia juga mengingatkan pentingnya legalitas profesi dan kompetensi keinsinyuran sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Keinsinyuran. Selain gelar akademik, lulusan teknik perlu terus meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi dan pengembangan profesional berkelanjutan agar mampu bersaing di dunia kerja global. Berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik UMM, pada Yudisium Periode II Tahun 2026 ini Fakultas Teknik meluluskan 146 sarjana yang terdiri atas 5 lulusan Teknik Mesin, 43 lulusan Teknik Sipil, 2 lulusan Teknik Elektro, 31 lulusan Teknik Industri, dan 65 lulusan Informatika. Selain itu, Program Profesi Insinyur berhasil meluluskan 54 insinyur profesional yang berhak menyandang gelar Insinyur (Ir.). Pada kategori lulusan terbaik Program Studi Teknik Sipil, penghargaan terbaik pertama diraih oleh Rara Adila Zakia, disusul Vina Nuruziah sebagai terbaik kedua dan Devita Intan Berliana sebagai terbaik ketiga. Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Teknik Sipil UMM dalam menjaga kualitas akademik dan pengembangan kompetensi selama masa studi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur yang dipimpin langsung oleh Ketua PII Wilayah Jawa Timur. Para lulusan Program Profesi Insinyur mengucapkan sumpah profesi sebagai bentuk komitmen untuk mengamalkan ilmu keinsinyuran secara profesional, menjunjung tinggi kode etik, serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Sebagai bagian dari acara, Fakultas Teknik UMM juga menghadirkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Alfin Suprayugo, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Teknik Sipil UMM. Dalam orasinya yang bertajuk “Negeri Cincin Api: Memahami Gempa Bumi untuk Membangun Indonesia”, ia menjelaskan pentingnya penerapan ilmu rekayasa struktur dalam mitigasi bencana gempa bumi di Indonesia yang berada pada kawasan Ring of Fire. Beliau menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tahan gempa harus menjadi prioritas utama mengingat Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia. Ia juga memaparkan berbagai inovasi teknologi struktur tahan gempa, termasuk pengembangan sistem buckling restrained brace dan perangkat disipasi energi yang mampu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap beban seismik. Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Teknik Sipil Selain menghasilkan lulusan terbaik, Program Studi Teknik Sipil UMM juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama program studi melalui berbagai kompetisi dan program pengembangan kemahasiswaan tingkat nasional. Mahasiswa Teknik Sipil, Devita Intan Berliana, berhasil meraih Juara 1 PKP2 ke-1 PTMA Skema PKM-KC Tahun 2023 serta Juara 2 PKP2 PTMA Skema PKM-KC-KI-VGK Tahun 2023. Tidak hanya itu, Devita juga menjadi penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-KC) melalui dua karya inovatif, yakni “Deteksi Dini Kerusakan Bangunan dengan Steepest Dercent berbasis Image Processing” serta “Pre-Maintenance Permukaan Jalan Menggunakan Sistem IoT berbasis Image Processing” pada tahun 2023. Prestasi serupa juga diraih oleh Safa Roja Nayakajati yang memperoleh Juara 1 PKP2 ke-1 PTMA Skema PKM-KC Tahun 2023 dan Juara 2 PKP2 ke-2 PTMA Skema PKM-KC-KI–VGK Tahun 2023. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Teknik Sipil UMM dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur serta pemanfaatan teknologi digital dalam bidang ketekniksipilan. Melalui penyelenggaraan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur ini, Fakultas Teknik UMM berharap seluruh lulusan dapat menjadi insan profesional yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Selamat kepada seluruh lulusan Fakultas Teknik UMM Periode II Tahun 2026. Terus berkarya, mengabdi, dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat dan Indonesia.