Dosen Teknik Sipil UMM Raih Pendanaan Pengabdian BIMA 2026

Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatat prestasi melalui keberhasilan salah satu dosennya, Rini Pebri Utari, S.Pd., M.T., sebagai penerima pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun Anggaran 2026. Program pengabdian yang diajukan mengangkat tema “Pendampingan Peningkatan Kualitas Produk Genteng Beton Berbasis SNI dan Pemasaran Digital pada Home Industri Desa Dadapan Kabupaten Malang.” Fokus pada Peningkatan Kualitas Produk Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi genteng beton sekaligus memperluas pemasaran usaha masyarakat melalui pendekatan teknologi dan pendampingan berkelanjutan. Menurut Rini Pebri Utari, program ini berangkat dari kondisi home industri genteng beton di Desa Dadapan yang telah berdiri sejak tahun 2005 dan memberdayakan pemuda desa agar tetap produktif serta memiliki penghasilan. Namun, usaha tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum adanya standar pembuatan yang sesuai dengan SNI 0096:2007 tentang genteng beton. Di sisi lain pemasaran masih dilakukan secara konvensional, variasi produksi dan manajemen usaha juga masih terbatas. “Home industri ini memiliki potensi besar. Namun, pelaku usaha masih membutuhkan pendampingan dalam proses produksi, pengujian mutu, hingga pemasaran digital agar mampu berkembang lebih luas,” ujarnya . Melalui program ini, tim pengabdian akan melakukan pendampingan tata cara produksi genteng beton sesuai standar SNI. Mulai dari pemilihan alat dan bahan, prosedur pembuatan, hingga pengujian mutu di laboratorium. Selain itu, tim juga akan membantu pengembangan variasi produk baru berupa genteng flat dengan dukungan teknologi alat cetak. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, program ini juga mencakup pendampingan manajemen produksi, pencatatan arus kas, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan dan cashflow secara lebih baik. Di bidang pemasaran, tim pengabdian turut memberikan pendampingan digital marketing melalui media sosial dan media promosi lainnya. Hal tersebut dilakukan agar pemasaran produk tidak hanya terbatas di wilayah Kabupaten Malang, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga hingga lima bulan. Mulai dari Mei hingga Agustus 2026, di Desa Dadapan, Kabupaten Malang. Sasaran utama kegiatan ini adalah home industri genteng beton serta masyarakat sekitar. Khususnya pemuda desa, agar lebih produktif dan memiliki peluang usaha berkelanjutan. Kolaborasi Tim Pengabdian Tim pengabdian ini terdiri atas Rini Pebri Utari, S.Pd., M.T., yang berfokus pada manajemen konstruksi dan pengendalian mutu. Selain itu, Ir. Erwin Rommel, M.T., pada teknologi serta material beton. Sementara itu, Muhammad Khoirul Fuddin, S.E., M.E., yang berperan dalam penguatan manajemen usaha serta pemasaran digital. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan terpadu sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Melalui kolaborasi tersebut, program pengabdian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produk genteng beton, tetapi juga memperkuat kemandirian usaha masyarakat serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga Desa Dadapan.

Teknik Sipil UMM Ikuti Upacara Hardiknas 2026

Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang turut mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 2 Mei 2026, di lingkungan kampus UMM. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai pendidikan. Di sisi lain momentum Hardiknas juga menjadi refleksi atas peran perguruan tinggi di tengah perubahan zaman. Rektor UMM Tekankan Kampus sebagai Pusat Solusi Dalam amanatnya, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat belajar. Namun, kampus juga harus hadir sebagai pusat solusi bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan sumber daya alam dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu, kampus harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Selain itu, perguruan tinggi juga dituntut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beliau menambahkan bahwa pendidikan tinggi perlu bertransformasi menjadi solution center excellence. Artinya, kampus harus mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata. Kampus juga perlu menjadi mitra strategis bagi industri, masyarakat, dan pemerintah. Tiga Pilar Penguatan UMM Sebagai langkah konkret, UMM menguatkan tiga pilar utama, yaitu Service Excellence Hub, Industry Solution Partner, dan Innovation and Talent Incubator. Ketiga pilar tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan dunia industri. Disisi lain, turut serta serta menciptakan inovasi dan talenta unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Momen ini menjadi simbol bahwa kerja keras dan pengabdian di lingkungan kampus mendapat penghargaan yang layak.