Tim ST-CAW Teknik Sipil UMM Raih Juara 2 BIM Competition di FUBIC Creative Expo UPI

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Tim ST-CAW LSO Surya Team berhasil meraih Juara 2 BIM Competition dalam ajang FUBIC Creative Expo yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari Desember 2025 hingga pengumuman pemenang pada 10 Februari 2026. Tim yang terdiri dari M. Tayang Izatta (2022), Ragesti Rizky S. (2023), dan Akbar Nurfitriono (2023) ini dibimbing oleh Dr. Ir. Moh. Abduh, S.T., M.T., IPU., ACPE., ASEAN Eng. Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung konsep bangunan bertajuk SAVARA Creative Space. Konsep ini merupakan smart building yang mengintegrasikan inovasi teknologi, efisiensi energi, serta kenyamanan pengguna. Konsep Inovasi SAVARA Creative Space SAVARA Creative Space dikembangkan sebagai bentuk transisi dari gray building menuju green dan blue building berbasis BIM. Selain itu, konsep ini mengedepankan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Beberapa prinsip yang diterapkan antara lain passive design, intelligent skin, penggunaan smart materials, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya. SAVARA Creative Space dirancang sebagai coworking space yang tidak hanya menjadi ruang kerja, tetapi juga wadah kolaborasi kreatif yang adaptif terhadap kebutuhan generasi modern. Selain itu, konsep ini turut mengimplementasikan pendekatan blue building melalui sistem pengelolaan air yang berkelanjutan, seperti pemanfaatan air hujan (rainwater harvesting) dan pengolahan grey water. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air bersih utama serta menciptakan alternatif pemanfaatan air yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, desain yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tetapi juga ramah lingkungan dan efisien. Proses dan Tantangan Kompetisi Proses persiapan dimulai dengan mempelajari Terms of Reference (ToR). Kemudian, tim membagi tugas ke dalam bidang struktur, MEP, dan arsitektur. Selanjutnya, mereka melakukan eksplorasi referensi untuk mengembangkan konsep desain. Secara keseluruhan, persiapan berlangsung sekitar satu bulan untuk tahap preliminary dan dua minggu untuk tahap final. Namun demikian, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu. Hal ini disebabkan karena tahap preliminary berlangsung bersamaan dengan Ujian Akhir Semester (UAS). Oleh karena itu, tim harus mengatur waktu secara efektif agar tetap optimal dalam persiapan lomba. Selama proses kompetisi, tim mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing. Arahan tersebut membantu dalam menyempurnakan konsep dan meningkatkan kualitas desain. Salah satu anggota tim, Ragesti Rizky, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hal yang tidak terduga. “Awalnya kami benar-benar tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Saat diumumkan sebagai finalis, kami merasa senang, tetapi juga sedikit khawatir karena harus bersaing dengan tim dari berbagai kampus ternama. Namun, berkat dukungan dosen pembimbing dan teman-teman LSO Surya Team, kami bisa memberikan hasil terbaik dan meraih juara dua,”. Melalui pengalaman ini, tim berharap dapat memotivasi mahasiswa lain. Mereka menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba serta konsistensi dalam belajar. Dengan begitu, pengalaman kompetisi dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia profesional.